Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hakim Praperadilan Singgung Miskomunikasi Pejabat Polda Metro terkait Kasus Andrie Yunus
Advertisement . Scroll to see content

Putar Rekaman CCTV di Sidang, Hakim Soroti Arah Siraman Air Keras Terdakwa ke Andrie Yunus

Selasa, 02 Juni 2026 - 15:25:00 WIB
Putar Rekaman CCTV di Sidang, Hakim Soroti Arah Siraman Air Keras Terdakwa ke Andrie Yunus
4 anggota TNI terdakwa penganiayaan berat kepada aktivis KontraS Andrie Yunus. (Foto: Danandaya Arya Putra)
Advertisement . Scroll to see content

"Siap, karena sejajar dengan kendaraannya," ucap terdakwa I. 

Diketahui, Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Salah satu agendanya adalah mendengar keterangan ahli pidana dari pihak terdakwa. 

Usai mendengar keterangan ahli, Pengadilan Militer juga memutar CCTV penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Cuplikan yang disetel itu merupakan hasil rekaman kamera pemantau yang diperoleh dari Puspom TNI. 

Dalam perkara ini, Pengadilan Militer menyidangkan empat terdakwa. Yakni, Serda Edi Sudarko (terdakwa I), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (terdakwa II), Kapten Nandala Dwi Prasetya (terdakwa III), dan Lettu Sami Lakka (terdakwa IV).

Mereka sebelumnya didakwa dengan pasal penganiayaan berat. Dalam persidangan, Serda Edi Sudarko mengaku melakukan penyiraman terhadap Andrie Yunus karena menganggap korban bersikap arogan dan berlebihan saat memaksa masuk serta melakukan interupsi dalam rapat revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont Jakarta

Saat berada di mess pada Rabu, 11 Maret 2026, Serda Edi kembali membahas kekesalannya terhadap Andrie Yunus bersama Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono. Tak lama kemudian, terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetya dan terdakwa IV Lettu Sami Lakka datang ke mess tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut