Prajurit Kopassus Pratu Suparlan, Rambonya Indonesia Tumpas Fretilin Timor Timur
Satu grup terdiri dari sembilan orang pun dikirim. Dari jumlah itu, empat di antaranya, termasuk Pratu Suparlan, merupakan anggota Kopassandha. Sedangkan lima lainnya anggota Kostrad. Pasukan ini dipimpin Letnan Poniman Dasuki.
Pasukan melakukan patroli di Zona Z, KV 34-34/Komplek Liasidi di pedalaman hutan Bumi Larose. Wilayah ini terkenal sangat rawan, sebab dijadikan sebagai sarang tokoh-tokoh utama Fretilin yang memiliki persenjataan yang unggul pada masanya serta pasukan terlatih dengan pengalaman perang mumpuni.
Rencana awal pasukan Kopassandha adalah menyergap pos pengamatan Fretilin untuk memudahkan langkah. Namun, setelah rencana tersebut berhasil dilakukan, tiba-tiba pasukan Fretilin berjumlah sekitar 300 orang muncul dari berbagai arah lengkap dengan senjata canggih, seperti senapan serbu, mortar, dan GLM. Posisi pasukan Kopassandha juga tidak menguntungkan.
Dengan jumlah pasukan dan kelengkapan senjata berbeda jauh, ditambah posisi terdesak di pinggir jurang, satu per satu anggota pasukan gugur. Anggota Kostrad yang menjaga baris depan hampir seketika tumbang, diikuti tiga orang lain dari formasi belakang.
Karena kalah jumlah, pasukan yang jumlah anggotanya semakin berkurang ini memutuskan mundur hingga sampai pada bibir jurang dan memikirkan cara meloloskan diri tanpa semakin mengurangi jumlah anggota tersisa. Satu-satunya jalan adalah melalui celah bukit dan dibutuhkan waktu yang tepat agar mereka bisa lolos sebelum pasukan Fretilin menutup celah tersebut.