Pengamat Intelijen Bongkar 3 Skenario AS Lawan Iran, Singgung Opsi Paling Realistis
“Mengingat kegagalan operasi Epic Fury yang tidak sesuai dengan perkiraan intelijen, Pentagon tidak menyarankan opsi C yang sama dengan serangan awal akhir Februari. Iran mampu memainkan truf Hormuz, sehingga memecah persatuan AS dan para anggota NATO yang lebih fokus dengan kepentingan nasional masing-masing akan kebutuhan minyak dan gas dari kawasan Teluk,” katanya.
Meski demikian, Prayitno tidak menutup kemungkinan adanya keputusan ekstrem dari Trump.
“Kemungkinan keputusan ekstrem, Presiden Trump masih mungkin mengambil opsi C, setelah melakukan pemboman dan menghancurkan Pulau Kharg, dengan catatan memungkinkan melakukan serangan lebih berat dengan peluru kendali mini nuklir, yang diangkut dengan pembom B2, USAF yang kini sudah berada di Inggris," ucap dia.
"Apakah mungkin? Menurut utusan khususnya, karakter Trump adalah pemimpin yang tidak bisa ditantang. Kita tunggu dalam waktu tidak lama, keputusan Trump akan ditetapkan. Masing-masing pihak dan masyarakat dunia harus berpikir kemungkinan terburuk melanda dunia yang berada di satu tangan,” ucapnya.
Editor: Rizky Agustian