Pengamat Intelijen Bongkar 3 Skenario AS Lawan Iran, Singgung Opsi Paling Realistis
"Konsekuensi, mengurangi eskalasi langsung dan mengamankan pasar, tetapi dianggap sebagai akhir dominasi Amerika di Timur Tengah. Ini akan memicu kemarahan sekutu tradisional Israel,” katanya.
Skenario kedua yang dinilai Prayitno paling mungkin adalah eskalasi terkendali dengan probabilitas tinggi. Opsi itu adalah mengerahkan kekuatan militer ke Iran serta mengingatkan China dan Rusia untuk jangan ikut campur dalam konflik ini.
Breaking News: Kepala Dewan Keamanan Iran Ali Larijani Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
“Langkah, menolak ultimatum secara diplomatis sambil meningkatkan postur militer secara signifikan. Amerika mengerahkan kelompok tempur kapal induk, kapal pendarat amfibi, serta secara terbuka memperingatkan China dan Rusia agar tidak ikut campur,” ujar Prayitno.
Sementara itu, skenario ketiga adalah operasi militer terbatas dengan probabilitas rendah. Dia mengatakan AS dapat melakukan serangan pendahuluan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah yang tersisa dan pangkalan rudal Iran, meskipun tidak akan sepenuhnya efektif.
"Ini adalah opsi paling berbahaya yang hampir pasti memicu perang regional penuh, persis seperti yang ingin dihindari oleh penilaian Pentagon. Opsi ini hanya akan dipilih jika intelijen menunjukkan Iran diketahui segera menempatkan senjata nuklir dalam hitungan hari,” katanya.
Prayitno mengatakan AS berada pada situasi sulit meski memiliki alutsista yang jauh lebih canggih dibanding Iran. AS akan berhitung lebih matang dalam menentukan langkahnya karena Rusia dan China mulai masuk sebagai penyeimbang konflik.