Pengamat Intelijen Bongkar 3 Skenario AS Lawan Iran, Singgung Opsi Paling Realistis
"Ini adalah opsi paling berbahaya yang hampir pasti memicu perang regional penuh, persis seperti yang ingin dihindari oleh penilaian Pentagon. Opsi ini hanya akan dipilih jika intelijen menunjukkan Iran diketahui segera menempatkan senjata nuklir dalam hitungan hari,” katanya.
Prayitno mengatakan AS berada pada situasi sulit meski memiliki alutsista yang jauh lebih canggih dibanding Iran. AS akan berhitung lebih matang dalam menentukan langkahnya karena Rusia dan China mulai masuk sebagai penyeimbang konflik.
Menurut dia, skenario kedua kemungkinan lebih disarankan oleh Pentagon. Langkah ini juga sudah terlihat di lapangan.
“Amerika sudah mulai melakukan pergeseran kapal induk tambahan dan kapal pendarat Amfibi ke Teluk dan Mediterania, serta menggeser 5.000 marinir (USMC) dari Jepang. Nampaknya skenario B yang lebih disarankan Pentagon,” ucapnya.
Dia juga menyinggung dinamika terbaru di kawasan serta risiko eskalasi lebih luas. Oleh karena itu, kata dia, Pentagon tidak menyarankan skenario ketiga.