Pegadaian Pilih Skema Kolaborasi untuk Pengembangan AI, Masih Bayar Lisensi Meta
JAKARTA, iNews.id, iNews.id - PT Pegadaian terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, investasi yang dilakukan saat ini masih mengandalkan kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk integrasi dengan sistem milik Meta Platforms.
Kepala Departemen Improvement Layanan Pegadaian, Rivaldi Ligia Priambodo, mengungkapkan bahwa pengembangan AI belum sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh perusahaan.
“Untuk AI, saat ini kami masih bekerja sama dengan pihak ketiga. Sistemnya dikembangkan bersama, lalu diintegrasikan dengan sistem dari Meta, dan kami masih membayar lisensi setiap bulan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6).
Rivaldi menjelaskan, model investasi AI yang digunakan Pegadaian saat ini bersifat kolaboratif. Artinya, perusahaan tidak membangun sistem dari nol secara internal, melainkan memanfaatkan teknologi yang sudah ada dan dikembangkan bersama mitra.
Skema ini dinilai lebih cepat dalam implementasi, terutama untuk mengejar kebutuhan digitalisasi layanan yang semakin mendesak. Namun di sisi lain, terdapat konsekuensi berupa biaya lisensi yang harus dibayarkan secara berkelanjutan.