Orang dengan Gangguan Jiwa di Indonesia Terus Bertambah, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan data terbaru terkait prevalensi gangguan jiwa di Indoneaia. Benarkah semakin banyak orang dengan gangguan jiwa di Indonesia?
Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, tren gangguan mental di masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari naiknya angka kematian akibat bunuh diri serta lonjakan permintaan layanan krisis kesehatan jiwa.
Berdasarkan data kepolisian, tercatat sebanyak 1.350 kasus kematian akibat bunuh diri pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 1.450 kasus pada 2024.
Tak hanya itu, layanan krisis kesehatan jiwa juga mengalami tekanan yang semakin besar. Layanan Sejiwa 119 mencatat peningkatan jumlah panggilan yang cukup tajam, dari sekitar 400 panggilan per hari pada Agustus 2025 menjadi sekitar 550 panggilan per hari pada 2026.
Pemerintah Nilai AI Berisiko Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental Anak, Ini Faktanya!
"Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mengalami krisis kesehatan jiwa, sekaligus meningkatnya kesadaran untuk mencari bantuan," ujar Imran dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Namun demikian, dia mengingatkan bahwa situasi ini juga menjadi alarm serius. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan, paparan konten publik yang tidak sensitif terhadap isu kesehatan mental justru berpotensi memperburuk kondisi kelompok rentan.
Ketergantungan Gadget Picu Gangguan Kesehatan Mental? Ini Faktanya!