Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pratikno Sebut AI Bisa Ganggu Kognitif dan Kesehatan Mental Anak, Ini Penyebabnya! 
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Nilai AI Berisiko Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental Anak, Ini Faktanya!

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:58:00 WIB
Pemerintah Nilai AI Berisiko Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental Anak, Ini Faktanya!
Ilustrasi anak bergejala depresi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah menilai penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) yang tidak terkontrol berpotensi mengganggu kesehatan mental anak. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan diterbitkannya aturan baru terkait pemanfaatan teknologi digital dan AI bagi anak-anak di Indonesia.

Aturan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial. SKB tersebut ditandatangani di Heritage Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (12/3/2026).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan regulasi ini dibuat untuk mengatur sekaligus memitigasi berbagai risiko penggunaan teknologi digital dan AI pada anak.

“SKB ini bukan untuk menghalangi, tetapi untuk memitigasi risiko di satu sisi dan sekaligus memastikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat memberdayakan anak-anak kita,” ujar Pratikno.

Menurut dia, penggunaan teknologi digital secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi anak, mulai dari menurunnya kemampuan kognitif, reflektif, hingga berkurangnya daya kritis. Selain itu, durasi waktu layar (screen time) yang terlalu lama juga berpotensi memicu gangguan kesehatan mental yang berdampak pada prestasi akademik.

Karena itu, pemerintah menyusun pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI yang akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut