Minyak Dunia Bergejolak, Harga Oli Terancam Naik Berkali-kali Lipat
“Karena secara umum harga bahan baku bisa lebih dari 50 persen. Dan itu dialami semua merek. Base oil-nya yang naik. Adiftif lebih karena USD (dolar AS). Mudah-mudahan tidak melewati angka 17 (Rp17.000-an),” kata Rahman.
Kenaikan harga pelumas juga dilakukan Motul. Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba mengatakan kebijakan tersebut diambil karena meningkatnya tekanan pada industri pelumas akibat dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, yang berdampak pada volatilitas harga minyak mentah dan turunannya.
“Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatnya biaya bahan baku utama produksi pelumas, serta lonjakan biaya logistik global,” kata Welmart dalam keterangan persnya.
Dia menegaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok industri otomotif di Indonesia.
“Jadi untuk menghadapi situasi ini, PT Motul Indonesia Energy mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan pasokan produk, menjaga standar kualitas pelumas kelas dunia, serta menjamin dukungan layanan jangka panjang bagi seluruh konsumen dan mitra bisnis,” ucapnya.
Penyesuaian harga dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar global. Kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlanjutan bisnis.
Editor: Dani M Dahwilani