Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:47:00 WIB
Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?
Rupiah memang tidak terus merosot setiap hari, tetapi kegagalannya kembali menjauh dari level Rp18.000 menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar berakhir. (Foto Ilustrasi/IMG)
Advertisement . Scroll to see content

Nilai tukar pada akhirnya merupakan semacam referendum harian terhadap kepercayaan. Ketika investor memperkirakan kebutuhan pembiayaan pemerintah akan semakin besar, mereka meminta imbal hasil yang lebih tinggi. 

Ketika mereka meragukan kualitas belanja, risiko yang diminta juga meningkat. Ketika aturan berubah terlalu cepat atau program baru terus bermunculan tanpa perhitungan biaya jangka panjang, rupiah menanggung tambahan premi ketidakpastian.

Ini bukan argumentasi bahwa seluruh program pemerintah harus dihentikan. Program makan bergizi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, perumahan, dan perlindungan sosial dapat memiliki manfaat ekonomi yang besar. 

Persoalannya adalah apakah setiap rupiah belanja benar-benar menghasilkan kenaikan produktivitas, atau sekadar memperbesar aktivitas anggaran dan keuntungan politik jangka pendek.

Belanja yang produktif memperkuat rupiah karena meningkatkan kapasitas produksi, ekspor, pendapatan masyarakat, dan penerimaan pajak di masa depan. Sebaliknya, belanja yang boros, tergesa-gesa, atau didorong target politik akan menaikkan kebutuhan pembiayaan tanpa memperkuat kemampuan ekonomi membayar kembali kewajibannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut