Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ungkit Kisah Nabi Muhammad, Menag Sebut Pemberian Tulus Tak Selalu Disebut Gratifikasi
Advertisement . Scroll to see content

Menag Hadiri Gema Waisak Pindapata: Kita Belajar Makna Kesederhanaan dan Kebijaksanaan

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:46:00 WIB
Menag Hadiri Gema Waisak Pindapata: Kita Belajar Makna Kesederhanaan dan Kebijaksanaan
Menag Nasaruddin Umar. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

"Dalam kesederhanaan para bhikkhu, kita belajar bahwa manusia tidak selalu dibesarkan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh apa yang mampu ia lepaskan," ucap Nasaruddin.

Dia pun mengutip syair 118 dalam Dhammapada yang menyebut kebajikan harus terus diulang karena akan membawa kebahagiaan. Pesan itu menegaskan bahwa memberi bukan hanya memindahkan sesuatu dari tangan ke tangan, tetapi juga menghadirkan kehangatan antarsesama.

Nasaruddin mengatakan masyarakat saat ini hidup dalam ritme yang cepat dan sibuk mengejar banyak hal, tetapi sering kehilangan kejernihan batin. Untuk itu, dia menilai Pindapata menjadi pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki, melainkan juga berbagi.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyinggung pentingnya menghadirkan agama yang membawa kesejukan dan kasih sayang dalam kehidupan sosial. Dia berkata, Kemenag tengah mengembangkan kurikulum berbasis cinta yang tidak hanya menekankan hubungan antarmanusia, tetapi juga cinta terhadap Tuhan dan alam semesta melalui pendekatan eko-teologi.

“Apakah kehadiran agama membuat manusia semakin teduh atau semakin benci? Nah, itulah yang kita kembangkan di Kementerian Agama, perlunya kurikulum berbasis cinta,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut