Kisah Ibu asal Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Cuci Darah, Layanan BPJS PBI Tetap Aktif
Sudah dua tahun terakhir, Siti bolak-balik Bogor–Jakarta untuk memastikan anaknya mendapatkan terapi terbaik di RSCM. Dalam sebulan, sedikitnya delapan kali prosedur cuci darah dijalani. Jika ditotal, jumlahnya sudah ratusan kali.
“Di RSCM sudah 2 tahun sih, nggak tahu berapa kalinya, karena banyak ya,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, dengan suami yang bekerja sebagai tukang bangunan dan dirinya sebagai ibu rumah tangga, Siti bersyukur biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Dia mengaku sempat mendengar kabar mengenai penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI, termasuk anaknya. Namun ternyata tidak. Saat digunakan, kartu BPJS anaknya tetap aktif sehingga pengobatan tidak terhambat.
“Iya, tahu sih. Cuma kayaknya pas saya menggunakan lagi, udah aktif itu kayaknya. Karena saya gak nge-check karena saya gak ngerti. Jadi pas gunain lagi udah aktif,” tuturnya.
Dalam proses administrasi, dia mengakui pendaftaran daring kerap menjadi tantangan tersendiri.
“Kadang-kadang ada terkendala juga, kadang-kadang juga enggak gitu ya. Kadang-kadang, yang susah sih buat (pendaftaran) online,” ujarnya.