Kisah Ibu asal Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Cuci Darah, Layanan BPJS PBI Tetap Aktif
JAKARTA, iNews.id - Di balik ruang hemodialisis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tersimpan kisah keteguhan seorang ibu bernama Siti Hariati (36), warga Bogor, Jawa Barat, yang setia mendampingi putranya menjalani cuci darah dua kali sepekan.
Anak semata wayangnya yang kini berusia 15 tahun itu telah berjuang melawan penyakit ginjal sejak duduk di bangku kelas 6 SD, tepatnya di usia 11 tahun. Awalnya, kondisi sang anak kerap dianggap biasa karena sejak kecil memang sering mengalami batuk, pilek, dan demam.
“Dari umur 11 tahun, cuman emang dari kecil dia udah sakit-sakitan terus. Kayak batuk, pilek, sama demam. Cuma nggak deteksi dari kecil mungkin ya, cuman berobat-berobat gitu aja,” ucap Siti.
Titik balik terjadi saat anaknya berusia 11 tahun. Wajah dan matanya tampak membengkak, disertai kondisi tubuh yang pucat. Gejala itu menjadi awal terungkapnya penyakit ginjal yang diderita.
87% Dana BPJS Kesehatan Habis untuk Penyakit Kronis, Cek Kesehatan Gratis Jadi Rem!
“Nah, ketahuannya pas udah 11 tahun itu bengkak-bengkak. Matanya bengkak sama mukanya kayak beda gitu, kayak pucet gitu ya,” katanya.
Siti pun segera membawa putranya ke rumah sakit. Berbagai pemeriksaan dilakukan, mulai dari tes urine hingga tes darah. Hasilnya menunjukkan kadar albumin kerap turun sehingga harus dilakukan transfusi.
Miris, 1.824 Orang Kaya Masih Terima BPJS Kesehatan PBI
“Diambil pipis pertama gitu ya. Terus diambil darahnya. Terus albuminnya sering turun. Jadi ditransfusi albumin,” tuturnya.
Dokter mendiagnosis anaknya mengalami nefrotik sindrom atau kebocoran ginjal. Seiring waktu, kondisinya berkembang menjadi gagal ginjal sehingga mengharuskan sang anak menjalani hemodialisis secara rutin dua kali dalam sepekan.