Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global
Guru Besar Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Profesor Mohammad Zaki Mubarok, menilai peluang hilirisasi Indonesia tidak hanya terbatas pada nikel, tetapi juga mencakup mineral kritis lain seperti scandium yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk industri teknologi maju.
Di sisi industri, PT QMB New Energy Materials sebagai bagian dari konsorsium global turut memperkuat rantai pasok melalui produksi MHP berkapasitas 150.000 ton per tahun. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi sekitar 30.000 ton NCM sulfates dan 50.000 ton prekursor setiap tahun.
Kapasitas produksi yang terintegrasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan bahan baku domestik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor produk bernilai tambah dari Indonesia.
“Tantangan berikutnya adalah mendorong investasi untuk menciptakan ekosistem pengolahan bijih nikel secara end-to-end dari hulu ke hilir,” kata Mordekhai.
Penguatan ekosistem industri tersebut, hilirisasi nikel tidak hanya berperan sebagai strategi ketahanan energi, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah tekanan pasar energi global.