Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dilaporkan Eggi Sudjana, Roy Suryo: Kami Tetap Berjuang meski Ada 2 Tuyul Lepas
Advertisement . Scroll to see content

Anomali Suara Partai Tertentu Mendadak Meroket

Minggu, 03 Maret 2024 - 10:52:00 WIB
Anomali Suara Partai Tertentu Mendadak Meroket
Roy Suryo (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

Volatilitas adalah ukuran perubahan statistik dalam periode tertentu. Sebutan lain untuk volatilitas adalah mood, karena volatilitas dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan peluang maupun risiko, namun tetap bukan patokan yang pasti. Dalam hal ini, volatilitas erat kaitannya dengan beta dan deviasi standar. Seringkali volatilitas dipakai dalam dunia saham karena bisa menjadi acuan. Volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya.

Bila dicermati, partai yang paling banyak mengalami peningkatan perolehan yang tidak wajar ini adalah PSI. Partai yang dalam berbagai iklan, baik cetak maupun elektronik, mengklaim "Partainya Bapaknya Ketumnya" ini memang sangat fenomenal. Dimulai dari penunjukkan ketuanya dari anggota yang baru bergabung 2 hari saja, pelaporan pengeluaran keuangan oartai yang sempat dipertanyakan (karena sama sekali tdak wajar, hanya ratusan ribu rupiah dari masifnya iklan di berbagai media), dsb.

Secara detail, pada 15/02/24 suara PSI masih 2,68 persen, namun tanggal 01/03/24 suara PSI sudah 3,02 persen. Bahkan ketika pukul 10.00 WIB mencapai 2.319.968 atau sekitar 3,03 persen, kemudian pukul 16.00 WIB sudah 2.393.774 (bertambah 83.343) alias sudah 3,12 persen. Pertambahan jumlah 83.000 ini hanya dari 110 TPS saja sudah tidak masuk akal sehat. Sebab jika dihitung (83.343 dibagi 110, maka perolehan PSI di setiap TPS mencapai 757 lebih, padahal 1 TPS rata-rata hanya berisi 250 sd 300 suara saja).

Hal ini juga diakibatkan karena sistem "automatic cutter" di setiap TPS yang seharusnya hanya 250 sd 300 tsb (sengaja?) dihilangkan di Sirekap, sehingga perolehannya bisa tidak wajar. Ratusan hingga bahkan ada ribuan untuk 1 TPS saja. Sulit dimengerti memang bila hal ini hanya senata-mata dianggap sebagai sebuah kesalahan teknis belaka, karena pola yang berjalan bisa disebut terjadi secara TSM (Terstruktur Sistematis Masif) karena saling terkait dan mendukung. 

Belum lagi kalau melihat modus lain, misalnya ada partai lain yang justru dikurangi suaranya, ini benar-benar tidak bisa disebut sebagai sebuah kebetulan semata.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut