Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komisi XI DPR Cecar BI soal Rupiah Melemah di tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: 3 Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:27:00 WIB
Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: 3 Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%
Dr. Ariyo DP Irhamna, Pengajar Universitas Paramadina (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Keenam, NPL kredit pemilikan properti naik dari 3,08% pada Desember 2025 menjadi 3,24% pada Februari 2026, sementara PDB sektor real estat hanya tumbuh 3,54%, terendah di sektor jasa. Sektor properti merupakan barometer kelas menengah, dan saat ini barometer tersebut sedang tertekan.

Lalu apa alternatifnya?

Jika tekanan kurs dan yield terus berlanjut, pemerintah berisiko mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) secara formal. Langkah ini berisiko ditangkap pasar sebagai pengakuan bahwa otoritas menilai pasar SBN membutuhkan intervensi setingkat krisis, terlepas dari niat preventifnya. Persepsi tersebut secara historis justru cenderung memperburuk reaksi investor, sebagaimana pernyataan Menkeu Purbaya pada 11 Mei 2026 yang memilih menahan aktivasi BSF karena pasar bond dinilai belum berada dalam kondisi krisis.

Alternatif yang lebih sustainable adalah memperbaiki kualitas belanja, bukan sekadar menambah amunisi stabilisasi.

Ada dua arah yang bisa ditempuh.

Pertama, mempercepat belanja modal yang baru terealisasi 12,5% dari pagu tahunan pada Triwulan I-2026 atau sebesar Rp35,4 triliun, padahal dampaknya terhadap kapasitas produksi dan pertumbuhan jangka menengah jauh lebih besar dibanding belanja barang yang sudah mencapai 15,7% pagu, termasuk Rp54,4 triliun untuk MBG.

Kedua, mereformasi subsidi BBM yang secara nominal masih lebih banyak dinikmati kelompok menengah dan atas, dengan mengalihkan sebagian alokasi ke bantuan langsung tunai bagi desil pendapatan terbawah sebagaimana preseden 2022.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut