Mengenali Filosofi pada Secangkir Teh di House of Tea
“Bangsa kita ini belum lagi mengenal teh yang sesungguhnya,” ujar Satria saat berbincang dengan iNews.id, akhir pekan ini.
“Jadi, ketika kami tawarkan teh yang berbeda (dari yang umumnya dinikmati masyarakat banyak), teh kami justru bisa dinikmati tanpa menggunakan pemanis, apa pun itu bentuknya. Dan pasti ada rasa unik di antaranya,” kata pria kelahiran 1962 itu.
Satria mendirikan House of Tea pada 2015. Dia mengelola kedai teh yang beralamat di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, ini bersama tiga karyawan. Selain itu, dia juga dibantu istri dan seorang anaknya menjalankan bisnis tersebut.
Satria mengatakan, produk House of Tea dihasilkan dari para petani teh di Indonesia. Karenanya, UMKM ini memiliki banyak sekali mitra petani dari beberapa daerah di Tanah Air. “Ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan satu di Sumatra Barat,” ucapnya.
Satria sendiri memulai kariernya sebagai petani sejak 1985. Pengalaman yang panjang itu membuatnya mengerti betul soal pemilihan teh bermutu tinggi.