Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Pengusaha Warteg Terpaksa Kecilkan Porsi Lauk
JAKARTA, iNews.id - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pengusaha Warteg.
Ketua Komunitas dan Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan, para pengusaha warteg harus memutar otak agar harga makanan tetap terjangkau tanpa kehilangan pelanggan.
Menurutnya, salah satu langkah yang umum dilakukan adalah melakukan efisiensi pada porsi lauk pauk serta memanfaatkan jaringan koperasi untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah.
"Untuk menyiasati porsi dan harga agar tetap stabil tanpa mengusir pelanggan, para pengusaha warteg biasanya terpaksa memutar otak, mulai dari memperkecil sedikit ukuran potongan lauk seperti tahu, tempe, atau ayam," ucap Mukroni saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).
Mukroni menambahkan, pengusaha warteg juga harus mencari cara lain dalam membelanjakan bahan baku, misalnya lewat jaringan koperasi dalam jumlah besar agar mendapatkan harga grosir yang lebih miring.