Mengenali Filosofi pada Secangkir Teh di House of Tea

Di kedainya, Satria menawarkan teh dalam berbagai varian. Ada produk teh kering yang antara lain berupa white tea, green tea special, black tea special, dark oolong, dan earl grey. Kini, produk-produk itu sudah siap ekspor.
“Sebelum pandemi, kami sudah sempat ekspor ke Taiwan. Namun saat ini berhenti, belum ekspor lagi,” ungkapnya.
Seluruh bahan dasar produk House of Tea berkualitas premium dan dipetik secara manual dengan tangan. Menurut dia, semua proses pengolahan teh mulai dari sejak ditanam, dipetik, hingga diracik, akan sangat berpengaruh kepada aroma dan rasa minuman yang dihasilkan.
Omzet yang diraup kedai teh ini rata-rata mencapai Rp300 juta per tahun. Sejak 2015, tren penjualan teh di tempat ini terus meningkat.
“Begitu masuk pandemi, kami memang sempat agak melambat selama beberapa bulan. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena kami sudah mem-back up teman-teman yang buka kedai teh ataupun kafe-kafe yang membutuhkan teh dari kami,” ujarnya.