Antara Hidup dan Mati Terkena 11 Tembakan, Polisi Ini Selamat dengan Baca Asmaul Husna
“Cuman kita istighfar aja. Cuman di situ ada suatu hal yang di luar nalar kita. Saat itu komandan juga nangis (dan bilang) ‘Jack jangan sampai (meninggal), harus kuat Jack’,” ucapnya.
Dia melanjutkan, “Nah di situ ada yang bisikin (mendengar bisikan) sebuah Asmaul Husna yang Jack sama sekali belum pernah baca seumur hidup. Terus baca itu terus,” ucapnya.
Dia mengingat komandannya terus menguatkan. Namun dia membalas agar tak perlu risau. Jacklyn meminta komandannya khawatir karena optimistis dapat bertahan hidup.
Keyakinannya ini juga didasari dalam situasi antara hidup dan mati itu dirinya masih dapat bicara lancar.
“Ngobrol lancar, baca syahadat lancar,” ucapnya.
Dalam video tersebut Bamsoet juga mengunggah momen ketika Jacklyn tergeletak di rumah sakit. Tubuhnya penuh perban.
Jacklyn menyebut pada masa perawatan di rumah sakit itu lengan kirinya yang tertembus tiga peluru hendak diamputasi. Namun dia menolak.
Jacklyn terus berusaha kuat dan yakin tangan itu akan pulih. Kenyataannya lengannya memang dapat kembali difungsikan. Untuk mengingat momen bersejarah dalam hidupnya itu, tiga peluru yang bersarang di lengan kiri dibiarkan hingga saat ini alias tak diambil.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq