Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Militer Israel Pasang Spanduk 'Rising Lion' di Rumah Sakit Indonesia Gaza, Kemlu RI: Provokatif!
Advertisement . Scroll to see content

Waduh, Butuh Waktu 6 Bulan Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Laut

Kamis, 23 April 2026 - 07:41:00 WIB
Waduh, Butuh Waktu 6 Bulan Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Laut
Pembersihan ranjau dari Selat Hormuz bisa memakan waktu 6 bulan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pembersihan ranjau dari Selat Hormuz bisa memakan waktu 6 bulan, demikian keterangan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kepada Kongres.

Masalahnya, pembersihan Selat Hormuz dari ranjau tersebut baru bisa dilakukan secara efektif setelah perang AS-Iran berakhir.

Surat kabar The Washington Post, mengutip keterangan anggota Kongres yang mendapat pengarahan dari Pentagon, melaporkan Iran mungkin menempatkan 20 ranjau atau lebih di dalam dan sekitar jalur utama perairan tersebut. Beberapa di antaranya diletakkan dari jarak jauh menggunakan teknologi GPS, sehingga pendeteksiannya menjadi jauh lebih sulit.

Pentagon belum merespons laporan The Washington Post. selain itu Komando Pusat AS (Centcom) menolak berkomentar.

Laporan Pentagon itu disebut membuat pusing anggota Kongres dari Partai Republik maupun Demokrat karena dampak ekonomi terhadap gangguan lalu lintas pelayaran menjadi sangat panjang.

Hal yang jelas, kondisi Selat Hormuz tersebut akan terus mendongkrak harga minyak yang mungkin terus berlangsung hingga akhir tahun.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, Iran telah atau sedang menyingkirkan ranjau tersebut. Selain itu, kata Trump, sebagian besar ranjau tersebut telah dihancurkan dalam serangan AS. 

Namun Iran membantah telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, menyebut tuduhan itu sebagai propaganda AS. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman di daerah tersebut, menandakan adanya bahaya di jalur utama.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut