Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal India Ditembaki Iran Dipaksa Putar Balik dari Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Iran Murka Kapalnya Ditembak AS di Selat Hormuz: Ini Pembajakan dan Langgar Gencatan Senjata!

Senin, 20 April 2026 - 16:08:00 WIB
Iran Murka Kapalnya Ditembak AS di Selat Hormuz: Ini Pembajakan dan Langgar Gencatan Senjata!
Amerika Serikat menembak dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba melewati blokade angkatan lautnya di dekat Selat Hormuz, Minggu (19/4/2026). (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Angkatan Laut (AL) AS menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di dekat Selat Hormuz. Teheran mengecam keras aksi itu sebagai pelanggaran gencatan senjata dan mengancam akan membalas.

AS menyerang kapal kargo berbendera Iran itu, Minggu (18/4/2026). Insiden ini menjadi yang pertama sejak Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pekan lalu.

Dilansir dari AP, Senin (20/4/2026), komando militer gabungan Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pembajakan sekaligus pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung dan berakhir dalam beberapa hari.

Presiden AS Donald Trump dalam postingannya di media sosial mengatakan, kapal perusak rudal AL AS di Teluk Oman telah memperingatkan sebelum akhirnya melumpuhkan kapal bernama Touska itu dengan menghancurkan ruang mesinnya. Pasukan Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut dan memeriksa muatannya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai apakah ada korban dalam insiden itu. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pihaknya telah memberikan peringatan selama enam jam sebelum menindak tegas terhadap kapal Iran.

Dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz dan gencatan senjata yang akan berakhir Rabu nanti, rencana kelanjutan perundingan baru antara AS dan Iran menjadi tidak jelas. Ketidakpastian tersebut menyebabkan harga minyak kembali naik dan krisis energi global terancam akan semakin memburuk. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut