Wabah Virus Baru di Kongo: Gejala Mirip Demam Berdarah, 53 Korban Meninggal
Ini berarti tingkat kematian virus tersebut mencapai 10,7 persen. Sekitar setengah dari kasus kematian itu terjadi dalam waktu 48 jam setelah timbulnya gejala.
Gejala kasus ini termasuk dalam kelompok penyakit yang disebut demam berdarah virus (VHF), yang berarti menyebabkan mual dan kehilangan banyak darah. Contoh kategori penyakit yang sama termasuk Ebola, demam Lassa, dan virus Marburg.
Belum jelas apa penyebab penyakit ini atau bagaimana virus ini ditularkan.
Beberapa pakar kesehatan mengatakan mereka menduga penyakit virus itu bisa jadi zoonosis, penyakit yang menyebar dari hewan ke manusia, terkait laporan bahwa korban pertama memakan kelelawar. Di masa lalu, virus seperti Ebola dan Marburg menyerang manusia yang memakan kelelawar yang terinfeksi.
Zania Stamataki, profesor imunologi virus di Universitas Birmingham, Inggris, mengatakan kepada Science Media Centre, mengatakan sulit untuk mengetahui seberapa mudah manusia akan mampu melawannya sampai penyakit baru itu bisa teridentifikasi.
“Jika infeksi berasal dari virus dari kelelawar, ini memberi tahu kita bahwa kecil kemungkinan kita memiliki kekebalan yang sudah ada sebelumnya terhadap infeksi baru ini. Jadi kita tidak terlindungi dan kita menderita penyakit parah, bahkan kematian,” ujarnya, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera.
Namun jika virus tersebut mirip dengan jenis lain yang menginfeksi manusia, seperti virus penyebab Covid-19, beberapa orang mungkin punya peluang mengalami gejala yang tidak terlalu parah dan bisa sembuh.
Editor: Anton Suhartono