Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak Perang Timur Tengah, Pakistan Tutup Sekolah hingga Berlakukan WFH bagi Karyawan
Advertisement . Scroll to see content

Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:06:00 WIB
Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat
Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, Sabtu, 28 Februari 2026. Hingga kini AS-Israel vs Iran terus memanas dan berdampak pada perekonomian global, termasuk di Gaza, Palestina. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus memanas, kini membawa penderitaan baru bagi warga Gaza, Palestina. Harga pangan melonjak tajam hanya dalam hitungan hari, sementara pasokan makanan semakin menipis setelah jalur perbatasan kembali ditutup.

Di tengah konflik Timur Tengah yang memanas, warga Gaza berbondong-bondong mendatangi pasar untuk membeli kebutuhan pokok yang masih tersedia dan mampu mereka bayar. Banyak keluarga khawatir makanan yang ada hari ini bisa menghilang dari rak toko pada keesokan hari.

Menurut laporan Al Jazeera, eskalasi perang langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari warga. Penduduk dan pedagang mengatakan, lonjakan harga terjadi sangat cepat. Beberapa kebutuhan pokok mulai langka, sementara sebagian lainnya sudah tidak lagi ditemukan di pasar.

Pasokan makanan terus menyusut sementara akses di perlintasan perbatasan semakin ketat. Hampir seluruh kebutuhan dasar Gaza, mulai dari makanan, bahan bakar, obat-obatan hingga barang pokok lainnya, masuk melalui truk dari Israel dan Mesir. Ketika perlintasan ditutup atau kapasitasnya dibatasi, dampaknya langsung terasa di pasar, rumah sakit, hingga layanan air bersih.

Israel menutup perlintasan Gaza pada 28 Februari ketika pasukan Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Penutupan tersebut menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan serta menghambat evakuasi pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar Gaza.

Perlintasan Kerem Shalom Crossing, yang disebut Karem Abu Salem oleh Palestina, kemudian dibuka kembali secara terbatas untuk memungkinkan masuknya bantuan secara bertahap. Namun aksesnya tetap sangat dibatasi.

Sementara itu, perlintasan Rafah Crossing dengan Mesir masih tertutup. Lembaga kemanusiaan menilai jumlah bantuan yang masuk saat ini jauh dari cukup.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut