Sementara itu perusahaan pertahanan pemerintah Rusia Rostech menyatakan, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh tersebut mulai beroperasi pada 2014. Perusahaan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan tentang penyebab kecelakaan itu.
Kecelakaan ini merupakan yang ketiga melibatkan Sukhoi Superjet 100 sejak pertama kali diproduksi pada 2008. Peristiwa paling mematikan melibatkan pesawat ini terjadi di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, menewaskan 45 orang. Kecelakaan lainnya terjadi di Bandara Sheremetyevo, Moskow, menewaskan 41 orang.
Sukhoi Superjet merupakan pesawat penumpang yang dibangun oleh Rusia. Sejak pertama kali beroperasi pada 2008, pesawat ini sudah diproduksi sekitar 150 unit, melayani penerbangan komersial di Rusia dan sekitarnya.
Editor: Anton Suhartono