Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kesepakatan nuklir yang baru setelah perjanjian dengan Rusia, New START, berakhir. Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara kedua negara pada Rabu (4/2/2206) memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru.
Trump menginginkan perjanjian yang baru memasukkan China karena negara tersebut mengalami kemajuan dalam produksi senjata nuklir. Meski demikian China menolaknya karena jumlah hulu ledak yang dimilikinya masih jauh di bawah AS dan Rusia.
Sementara itu Rusia menginginkan New START, yang disepakati sejak 2010, diperpanjang.
Trump mengatakan, perjanjian New START yang ditandatangani oleh pendahulunya Barack Obama kemudian diperpanjang oleh Joe Biden, "dinegosiasikan dengan buruk" dan "sedang dilanggar secara terang-terangan" oleh Rusia.
"Kita harus meminta para ahli nuklir untuk membuat perjanjian baru yang lebih baik dan modern, yang bisa bertahan lama di masa depan," kata Trump, di platform media sosial Truth Social, dikutip Jumat (6/2/2026).