Miliarder Ini Simpan 98 Persen Kekayaan di Emas dan Perak, Hartanya Tembus Rp58 Triliun
Beberapa hari kemudian, harga perak anjlok sepertiga menjadi 76 dolar AS per ons dan emas turun di bawah 5.000 dolar AS. Namun, Sprott mengaku tidak terganggu dengan gejolak tersebut.
Menurutnua, volatilitas harga merupakan hal wajar di tengah meningkatnya konflik global dan ketidakpastian ekonomi dunia yang membuat investor mencari aset aman.
Kemudian, Sprott juga menilai lonjakan harga emas dan perak dipicu kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu boros dalam mencetak uang dan meningkatkan belanja negara.
“Saya rasa semua orang tahu pemerintah di berbagai negara terlalu tidak bertanggung jawab dalam sistem keuangan, mulai dari pencetakan uang hingga pengeluaran berlebihan,” ucapnya.
Keyakinan itulah yang membuat Sprott bukan hanya menimbun emas batangan, tetapi juga membeli saham di lebih dari 200 perusahaan tambang emas dan perak. Meski bukan ahli geologi, Sprott mengandalkan kemampuan membaca angka dan valuasi perusahaan tambang yang dianggap murah.