Implementasi AI Tak Cukup Andalkan Model, Infrastruktur Data Harus Dibenahi
JAKARTA, iNews.id – Implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia bisnis kini tidak lagi sekadar mengadopsi model AI terbaru. Perusahaan dituntut membangun ekosistem yang mampu mengintegrasikan teknologi AI dengan sistem yang sudah ada agar menghasilkan nilai bisnis yang nyata.
Hal tersebut mengemuka dalam World AI Show di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Sejumlah pelaku industri menilai kesiapan infrastruktur data, tata kelola AI, hingga pembaruan sistem lama menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital berbasis AI.
VP Management Information System PT Freeport Indonesia, Tomy Indarto, mengatakan paradigma penerapan AI kini telah bergeser dari pendekatan yang berpusat pada model (model-centric) menjadi berpusat pada sistem (system-centric). Menurutnya, integrasi AI dengan infrastruktur perusahaan jauh lebih penting dibanding sekadar memiliki model AI yang canggih.
"Yang terpenting adalah bagaimana beralih dari yang berpusat pada model menjadi berpusat pada sistem. Bagaimana aplikasi AI berinteraksi dengan sistem yang kami miliki di perusahaan, baik itu sistem warisan maupun tim yang mengoperasikannya," ujar Tomy.
Selain integrasi sistem, Tomy menilai tata kelola AI (AI governance) dan observabilitas menjadi aspek penting agar perusahaan dapat memastikan proses AI berjalan secara transparan dan dapat dipantau.