Kisah Perjalanan Kapal Terakhir Pengangkut Budak ke Amerika
Pada 1860 atau sekitar 52 tahun setelah pemerintah AS melarang pengiriman budak, seorang pebisnis dari Alabama, Timothy Meaher, mengatur pengangkutan orang Afrika. Orang-orang Afrika itu diculik lalu dibawa berlayar, sembari tentunya berusaha menghindari razia penangkapan.
Upaya Meaher berhasil. Dia dibantu kapten William Foster menggunakan kapal layar setinggi 24 meter untuk membawa para budak. Kapal itu mengarungi Samudera Atlantik selama 6 pekan, menyelinap masuk AS melalui Teluk Mobile pada 9 Juli 1860 di bawah selubung kegelapan.
Untuk menyembunyikan bukti kejahatan, kapal yang terbuat dari bingkai kayu ek putih serta papan pinus kuning itu dibakar kemudian ditenggelamkan ke Sungai Mobile. Fakta itu terungkap 160 tahun kemudian. Saat sungai surut, seorang wartawan lokal Ben Raines menemukan bangkai kapal karam besar dan megah.
Penemuan itu memicu penelitian ekstensif yang melibatkan banyak pihak, termasuk Komisi Sejarah Alabama, National Geographic Society, Search Inc, dan The Slave Wrecks Project. Setelah melewati berbagai upaya melelahkan, pada Mei 2019 diumumkan bangkai kapal Clotilda ditemukan.
Kota Mobile di Alabama kini di ambang ledakan pariwisata. Minat turis untuk mengetahui kisah kapal Clotilda dan kehidupan para tawanannya perlahan meningkat.