Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Disiksa Israel, Aktivis GSF: Tak Ada Apa-apanya Dibanding Penderitaan Warga Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Diam-Diam, AS dan Iran Gelar Pembicaraan Intensif untuk Akhiri Konflik

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:34:00 WIB
Diam-Diam, AS dan Iran Gelar Pembicaraan Intensif untuk Akhiri Konflik
Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam pembicaraan tidak langsung yang intensif guna menyusun kerangka kerja akhir guna mengakhiri konflik (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam pembicaraan tidak langsung yang intensif guna menyusun kerangka kerja akhir guna mengakhiri konflik.

Kantor berita Iran ISNA melaporkan, kedua negara membahas upaya perdamaian regional, membuka kembali Selat Hormuz, serta mengatasi isu nuklir. Pembicaraan tak langsung tersebut bertujuan mengembangkan kerangka kerja bagi kemungkinan kesepakatan damai yang lebih langgeng.

Kedua pihak bertukar pesan dan draf naskah dimediasi Pakistan. Meski diskusi melibatkan pertukaran draf teks melalui mediator, hambatan signifikan masih ada yakni terkait program pengayaan uranium dan cakupan pencabutan sanksi AS.

Seorang pejabat Iran sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera, para negosiator berada pada posisi yang sangat dekat untuk mencapai kesepahaman.

Namun, sumber pejabat AS menilai terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kesepakatan akan dicapai.

AS meluncurkan lebih dari 200 rudal pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) untuk membela Israel bersama lebih dari 100 pencegat Standard Missile-3 dan Standard Missile-6. Rudal-rudal itu ditembakkan dari kapal perang di laut Mediterania. Jumlah amunisi yang digunakan menguras hampir setengah dari persediaan Departemen Pertahanan.

Sementara itu, Israel menembakkan kurang dari 100 rudal pertahanan Arrow dan sekitar 90 David's Sling, beberapa di antaranya digunakan untuk mencegat proyektil kurang canggih yang ditembakkan kelompok-kelompok prkosi Iran di Yaman dan Lebanon.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut