Iran Setelah Tragedi Raisi, Penyebab Kecelakaan Heli hingga Perang Israel
Lantas apa hubungannya dengan AS? Selama revolusi berlangsung, AS tentu saja menjadi sasaran kritik keras karena menjadi pendukung utama dinasti Pahlevi. Puncaknya, para mahasiswa Iran menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran pada 4 November 1979. Para mahasiswa juga menyandera lebih dari 50 warga AS, mulai dari staf junior hingga Kuasa Usaha. Penyanderaan para diplomat dan anggota keluarga mereka itu berlangsung selama 444 hari.
Sejak itu, AS memberlakukan beberapa kali embargo atau sanksi terhadap Iran.
Dikutip dari United States Institute of Peace, pemerintahan Presiden Jimmy Carter, yang berkuasa saat peristiwa Revolusi Islam, langsung memberlakukan embargo terhadap Iran.
Setelah itu disusul dengan pemerintahan Presiden Ronald Reagan pada 1983. Embargo saat itu terkait dengan Perang Iran-Irak yang berlangsung pada 1980 hingga 1988. Saat itu AS melancarkan Operasi Staunch, upaya diplomatik di seluruh dunia untuk memblokir pasokan senjata, terutama suku cadang peralatan AS yang dikirim semasa pemerintahan monarki, ke Iran.
Bukan hanya itu, Reagan menekan negara-negara lain untuk menghentikan penjualan senjata ke Iran. Negara-negara tersebut menurut, memberlakukan pembatasan ekspor barang-barang militer ke Iran.