AS Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza, Rusia: Munafik!
"(Menolak) segala upaya untuk membuat warga Palestina kelaparan, fasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan secara penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan dalam skala besar ke dan di seluruh Jalur Gaza," demikian petikan isi draf.
Selain itu, mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum humaniter internasional, khususnya mengenai perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil. Resolusi juga menuntut penerapan Resolusi Dewan Keamanan 2735 yang mengatur soal sandera, tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Di bagian akhir, draf resolusi meminta laporan dari Sekjen PBB Antonio Guterres mengenai penerapan dan penilaian kebutuhan menyeluruh terhadap Gaza dalam waktu 90 hari.
Namun draf itu menjadi sia-sia setelah AS menggunakan hak veto.
Kecaman terhadap AS
Dubes China untuk PBB Fu Cong mengungkapkan kekecewaan dengan hasil pemungutan suara dan menuduh AS menghalangi harapan warga Palestina untuk bertahan hidup. Dia juga menuduh AS sengaja mendorong warga Gaza jauh ke dalam kegelapan dan keputusasaan melalui penggunaan hak veto.
Dia menyebut sikap AS itu tak akan lolos dari penghakiman sejarah.
"Apakah nyawa warga Palestina tidak punya arti apa-apa? Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelum mereka (AS) bangun dari tidur kepura-puraan mereka?" ujarnya.