Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber
Advertisement . Scroll to see content

AS Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza, Rusia: Munafik!

Kamis, 21 November 2024 - 07:00:00 WIB
AS Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza, Rusia: Munafik!
Amerika Serikat kembali menggunakan hak veto untuk menolak resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai gencatan senjata di Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menggunakan hak veto untuk menolak resolusiDewan Keamanan PBB mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza, Rabu (20/11/2024) waktu setempat.

Para anggota Dewan Keamanan PBB pun mengecam veto AS tersebut. Tak pelak, AS menjadi bulan-bulanan kecaman oleh anggota lain di forum tersebut, bahkan dari sekutu terdekatnya Inggris dan Prancis. Ini merupakan kali keempat AS mem-veto resolusi Dewan Keamanan terkait konflik Israel-Hamas.

Draf resolusi yang diajukan 10 negara anggota, yakni Aljazair, Ekuador, Guyana, Malta, Mozambik, Korea Selatan, Sierra Leone, Slovenia, dan Swiss, mendapat dukungan dari 14 negara anggota Dewan Keamanan. Namun veto dari satu negara anggota tetap saja sudah cukup untuk membatalkan resolusi tersebut.

Resolusi menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen, yang harus dihormati oleh semua pihak. Selain itu draf tersebut juga menegaskan pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat seraya mendesak Dewan Keamanan untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Draf juga menyoroti krisis kemanusiaan yang memburuk serta menuntut akses segera terhadap layanan dasar dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Jalur Gaza yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut