Mina Berangsur Sepi, 424 Kloter Jemaah Haji Selesaikan Mabit dan Antre Naik Bus ke Makkah
"Untuk jemaah yang meninggalkan Mina dari Nafar Awal ini kurang lebih sekitar 68 persen atau 132.568 jemaah," kata Zaenal memberikan data statistik pergerakan jemaah.
Tingginya minat jemaah mengambil Nafar Awal umumnya didorong oleh keinginan untuk segera beristirahat di fasilitas hotel pasca-puncak haji. Mereka memilih memulihkan tenaga sebelum merampungkan rukun Tawaf Ifadah di Masjidil Haram yang juga menyedot fisik ekstra.
Namun, keputusan mengambil Nafar Awal ini diikat oleh batas waktu syariat yang tidak bisa ditawar. Seluruh jemaah dalam 424 kloter tersebut mutlak harus berada di luar perbatasan Mina sebelum matahari terbenam.
Oleh karena itu, pemerintah mengatur jadwal pemberhentian ritme bus terakhir pada pukul 14.00 hingga maksimal pukul 17.00 waktu setempat. Keterlambatan hitungan menit akibat terjebak kemacetan di dalam Mina akan berakibat fatal pada status ibadah Nafar Awal jemaah.
"Jadi mereka harus sudah keluar dari Mina sebelum Gurub Asy-Syams atau terbenamnya matahari," kata Zaenal mengingatkan aturan fikih.
Jemaah yang tertahan di Mina melewati waktu magrib secara otomatis akan gugur status Nafar Awalnya. Negara mewajibkan mereka untuk kembali ke tenda dan menjalani mabit tambahan atau yang dikenal dengan Nafar Tsani.
Operasi evakuasi darat ini berjalan dengan ritme yang ketat dan pengawalan melekat dari aparat pelindungan jemaah. Kedisiplinan jadwal menjadi kunci tunggal keselamatan ibadah sekaligus logistik ratusan ribu jemaah di Tanah Suci.
Editor: Reza Fajri