Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenhaj Catat 15.086 Jemaah Haji dan Petugas Telah Tiba di Tanah Air
Advertisement . Scroll to see content

Mina Berangsur Sepi, 424 Kloter Jemaah Haji Selesaikan Mabit dan Antre Naik Bus ke Makkah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:14:00 WIB
Mina Berangsur Sepi, 424 Kloter Jemaah Haji Selesaikan Mabit dan Antre Naik Bus ke Makkah
Mayoritas jemaah haji Indonesia segera kembali ke pemondokan di wilayah Makkah (foto: Ike Kesuma)
Advertisement . Scroll to see content

MAKKAH, iNews.id - Fase krusial operasional di kawasan Mina berangsur usai pada 12 Zulhijah seiring rampungnya lontar jumrah hari kedua Tasyrik. Mayoritas jemaah haji Indonesia memutuskan untuk mengambil Nafar Awal dan segera kembali ke pemondokan di wilayah Makkah.

Sejak pagi hari, pemandangan tenda-tenda yang mulai kosong dan jemaah yang menggeret koper mewarnai seluruh maktab Indonesia. Mereka bergerak teratur menuju halte darurat untuk menaiki bus yang telah disiagakan oleh otoritas penyelenggara haji.

Pergerakan besar-besaran ini melibatkan sekitar 68 persen dari keseluruhan tamu Allah asal Nusantara. Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin, menyatakan, penyapuan jemaah dari Mina ini telah dikondisikan secara rapi sejak subuh.

"Mulai pukul 6 sudah mulai ada pergerakan naik bus, jadi jam setengah 7 atau jam 7 sudah mulai meninggalkan Mina," kata Zaenal Muttaqin kepada Tim Media Center Haji. 

Keberangkatan yang diinisiasi lebih awal ini murni untuk menghindari penumpukan armada di pintu-pintu keluar kawasan Mina. Tercatat sebanyak 424 kelompok terbang (kloter) secara bertahap dievakuasi membelah padatnya jalanan Arab Saudi.

"Untuk jemaah yang meninggalkan Mina dari Nafar Awal ini kurang lebih sekitar 68 persen atau 132.568 jemaah," kata Zaenal memberikan data statistik pergerakan jemaah.

Tingginya minat jemaah mengambil Nafar Awal umumnya didorong oleh keinginan untuk segera beristirahat di fasilitas hotel pasca-puncak haji. Mereka memilih memulihkan tenaga sebelum merampungkan rukun Tawaf Ifadah di Masjidil Haram yang juga menyedot fisik ekstra.

Namun, keputusan mengambil Nafar Awal ini diikat oleh batas waktu syariat yang tidak bisa ditawar. Seluruh jemaah dalam 424 kloter tersebut mutlak harus berada di luar perbatasan Mina sebelum matahari terbenam.

Oleh karena itu, pemerintah mengatur jadwal pemberhentian ritme bus terakhir pada pukul 14.00 hingga maksimal pukul 17.00 waktu setempat. Keterlambatan hitungan menit akibat terjebak kemacetan di dalam Mina akan berakibat fatal pada status ibadah Nafar Awal jemaah.

"Jadi mereka harus sudah keluar dari Mina sebelum Gurub Asy-Syams atau terbenamnya matahari," kata Zaenal mengingatkan aturan fikih.

Jemaah yang tertahan di Mina melewati waktu magrib secara otomatis akan gugur status Nafar Awalnya. Negara mewajibkan mereka untuk kembali ke tenda dan menjalani mabit tambahan atau yang dikenal dengan Nafar Tsani.

Operasi evakuasi darat ini berjalan dengan ritme yang ketat dan pengawalan melekat dari aparat pelindungan jemaah. Kedisiplinan jadwal menjadi kunci tunggal keselamatan ibadah sekaligus logistik ratusan ribu jemaah di Tanah Suci.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut