Syarat Sah Shalat Lengkap Rukun dan Tata Cara sesuai Ajaran Rasulullah
5. Membaca doa iftitah
Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah. Ada beberapa macam jenis doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan sahabat, berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.
6. Membaca ta’awudz dan basmalah
Setelah membaca iftitah, kemudian membaca ta’awudz yang hukumnya sunnah. Ada beberapa bacaan ta’awudz yang dianggap shahih, seperti berikut:
"a’uudzubillaahi minas syaithaanir rajiim" (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf) atau "a'uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim” (HR. Abdurrazaq dalam Al Mushannaf). Ta’awudz dibaca secara sirr (lirih). Para ulama berbeda pendapat apakah basmalah dibaca secara jahr (keras) atau sirr (lirih).
7. Membaca Al Fatihah (rukun shalat)
Berikutnya dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah. Tidak sah shalat tanpa membaca Al Fatihah. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab” (HR. Bukhari-Muslim).