Syarat Sah Shalat Lengkap Rukun dan Tata Cara sesuai Ajaran Rasulullah
17. Cara duduk tasyahud akhir
Para ulama berbeda pendapat mengenai posisi duduk tasyahud akhir, sebagian ulama mengatakan bahwa posisinya tawarruk atau duduk dengan cara menegakkan telapak kaki kanan dan posisi jari-jarinya menghadap kiblat. Sedangkan telapak kaki kiri berada di depan kaki kanan dan bokong menyentuh lantai.
Sebagian ulama lagi menyatakan, untuk sholat yang dua rakaat, maka duduk tasyahud akhir dengan posisi iftirasy. Namun dalam masalah ini, perkaranya longgar. Kemudian mengangkat jari telunjuk kanan hingga lurus ke arah kiblat. Sambil membaca doa tasyahud sebagaimana pada tasyahud awal, lalu diwajibkan untuk membaca shalawat: “Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiim, wa ‘alaa aali Ibrahim, innaka hamiidummajiid” (HR. Bukhari-Muslim). Terdapat juga lafadz lain yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.
18. Berdoa sebelum salam
Dianjurkan membaca doa sebelum salam. Yaitu doa: “Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzaabil qobri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal” (HR. Muslim). Kemudian dianjurkan membaca doa apa saja yang diinginkan.
19. Salam
Dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” sambil menoleh ke kanan hingga pipi kanan terlihat dari belakang. Dan mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” sambil menoleh ke kiri hingga pipi kiri terlihat dari belakang. Dan tidak terdapat hadits shahih mengenai mengusap wajah setelah salam, sehingga hal ini tidak perlu dilakukan.
Itulah ulasan lengkap mengenai syarat sah shalat, rukun, dan tata cara sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Wallahualam bisawab.
Editor: Komaruddin Bagja