Siapakah Ali Imran yang Namanya Menjadi Surat Ketiga di Al Quran?
Imran dan istrinya menjadi contoh dari keluarga yang berhasil mewujudkan cita-cita dalam membangun sebuah keluarga yang bahagia, penuh kasih sayang, dan ketakwaan kepada Allah.
Dari keluarga Imran nantinya lahir generasi yang mulia dan memiliki pengaruh besar bagi umat manusia. Salah satu yang paling mulia adalah, Nabi Yahya ‘alaihissalam dan Nabi Isa ‘alaihissalam.
Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah. Sebagaimana kisahnya dalam Alquran.
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Quran Ali Imran: 35)