Siapakah Ali Imran yang Namanya Menjadi Surat Ketiga di Al Quran?
JAKARTA, iNews.id - Siapakah Ali Imran yang namanya menjadi surat ketiga di dalam Al Quran? Ali Imran adalah nama salah satu surah di Al Quran dan menjadi surat ke-3 setelah Al-Baqarah
Surat ini terdiri dari 200 ayat dan memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah mendapatkan syafaat di hari akhir nanti.
Lantas, siapakah Ali Imran hingga namanya dimuliakan Allah dan diabadikan di dalam Al Quran? Untuk itu, berikut ini adalah ulasan mengenai Keluarga Imran (Ali Imran)
Keluarga Imran (Ali Imran) adalah salah satu keluarga mulia dalam kurun sejarah. Allah telah memilih mereka dibanding keluarga lainnya, dan menjadi tanda nyata keagungan mereka.
Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 195, Lengkap dengan Penjelasan dan Cara Bacanya
Hal itu sebagaimana termaktub dalam firman Allah Ta`ala:
إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 164, Lengkap dengan Penjelasan dan Cara Bacanya
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Quran Ali Imran: 33-34].
Dikutip dari laman Kisah Muslim, Keluarga Imran dinisbatkan kepada seseorang yang bernama Imran bin Matsan bin al-Azar bin al-Yud… bin Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam.
Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 90, Lengkap dengan Penjelasan dan Cara Bacanya
Nasabnya tersambung sampai ke Nabi Daud ‘alaihissalam.
Dalam bahasa Ibrani, Imran disebut dengan Imran dan dalam buku-buku Nasrani namanya disebut dengan Yuhaqim.
Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191, Dilengkapi Penjelasan serta Cara Baca
Keluarga Imran dikenal sebagai turunan (cabang) terakhir orang-orang beriman dari keturunan Bani Israil. Namun, antara mereka dengan Nabi Ya’qub terpisah beberapa qurun lamanya.
Meski menjadi keluarga yang beranggotakan sedikit orang, tetapi memiliki kedudukan yang agung.
Imran dan istrinya menjadi contoh dari keluarga yang berhasil mewujudkan cita-cita dalam membangun sebuah keluarga yang bahagia, penuh kasih sayang, dan ketakwaan kepada Allah.
Dari keluarga Imran nantinya lahir generasi yang mulia dan memiliki pengaruh besar bagi umat manusia. Salah satu yang paling mulia adalah, Nabi Yahya ‘alaihissalam dan Nabi Isa ‘alaihissalam.
Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah. Sebagaimana kisahnya dalam Alquran.
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Quran Ali Imran: 35)
Imran dan Hanna memiliki dua orang putri, yakni Asy-ya' dan Maryam. Putri sulungnya bernama Asy-ya’ yang kemudian dinikahi oleh Nabi Zakariya ‘alaihissalam.
Asy-merupakan ibu dari Nabi Yahya ‘alaihissalam. Ada juga mengatakan bahwa ia adalah bibinya Maryam dan bukan saudara perempuannya.
Putri kedua Imran adalah Maryam, yakni wanita ahli ibadah dan suci. Ia merupakan ibu dari Nabi Isa ‘alaihissalam.
Putri Imran yang satu ini merupakan wanita terbaik dan tersempurna. Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dalam sebuah hadits:
"Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain Maryam binti Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya." (HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).
Orang-orang Yahudi menuduhnya melakukan zina. Tuduhan itu bahkan dilontarkan saat Maryam masih hidup maupun setelah wafatnya.
Sementara Al Quran telah menyucikan Maryam dari tuduhan keji tersebut. Tidak hanya dalam satu ayat, bahkan di banyak ayat.
Allah menyebut orang-orang Yahudi sebagai orang-orang yang kufur karena menuduh Maryam berzina. Sebagaimana firman-Nya:
Demikian juga dengan firman-Nya,
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
“dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” [Quran At-Tahrim:12].
Nabi Isa adalah cucu pertama Imran sekaligus rasul dan Kalimah Allah yang Dia sampaikan pada Maryam. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” (Quran An-Nisa: 171)
Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil untuk mendakwahi mereka tentang tauhid dan Menyembah Allah semata. Hal itu Allah Ta’ala berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata". [Quran Ash-Shaf: 6].
Nabi Yahya adalah hamba dan utusan Allah yang juga keturunan Keluarga Imran. Beliau putra dari Nabi Zakaria ‘alaihissalam (menantu Imran) dan merupakan perwujudan doa Nabi Zakaria yang terkabul.
Nabi Yahya juga merupakan kabar gembira bagi yang ayah setelah mencapai usia yang tua, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh" (Quran Ali Imran: 38-39)
Nabi Yahya adalah seorang pemuda yang cerdas yang diberi keistimewaan akhlak. Beliau senantiasa duduk di mihrab-mihrab ilmu. Senang mengkaji Taurat, berilmu dan mengamalkan kandungan kitab suci itu.
Yahya adalah orang yang berbicara dengan kebenaran dan tidak takut terhadap celaan dan ancaman orang-orang yang zalim.
Itulah riwayat mengenai siapa Ali Imran (Keluarga Imran). Imran adalah keluarga mulai yang di kemudian hari menurunkan manusia mulia seperti Nabi Isa dan Nabi Yahya.
Editor: Komaruddin Bagja