Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Keutamaan Bulan Rabiul Awal yang Penuh Berkah dan Kemuliaan
Advertisement . Scroll to see content

Shalat Wajib dengan Shalat Sunnah, Apakah Harus Ada Jedanya? Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Rabu, 23 November 2022 - 16:30:00 WIB
Shalat Wajib dengan Shalat Sunnah, Apakah Harus Ada Jedanya? Simak Penjelasan dan Keutamaannya
Pelaksanaan shalat wajib dengan shalat sunnah dianjurkan untuk dijeda waktu dan tempat berdirinya. (Foto: Garakta Studio)
Advertisement . Scroll to see content

فَرَّضَ اللهُ على أُمَّتِى لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ خَمْسِيْنَ صَلاَةً فَلَمْ أَزَلْ أُرَاجِعُهُ وأَسْأَلهُُ ُالتَّخْفِيْفَ حَتّى جَعَلَهَا خَمْسًا فِىْ كُلِّ يَوْمٍ ولَيْلَةٍ

Artinya: “Allah SWT pada malam Isra’ mewajibkabkan atas umatku lima puluh shalat, kemudian aku terus-menerus kembali kepada Allah dan memohon keringan sehingga Allah menjadikannya menjadi lima shalat sehari semalam.”

Shalat fardhu yang wajib dikerjakan oleh segenap umat Islam adalah shalat lima waktu. Yaitu, shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh. Selesai shalat wajib disunnahkan untuk mengerjakan shalat rawatib (sunnah). Fungsinya untuk menambal kekurangan atau melengkapi shalat wajib yang tentunya harus dijeda.

Salat rawatib adalah shalat yang mengiringi salat wajib. Dikatakan mengiringi karena pada tahap pelaksanaan dapat dilakukan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba‘diyah) salat fardu dengan mengikuti ketentuan.

Hukum pelaksanaan salat sunah rawatib ada dua yaitu sunah muakkad (sangat dianjurkan) dan sunah ghairu muakkad (cukup dianjurkan).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut