Kisah Qais bin Sirmah dan Sebab Turunnya Ayat Pedoman Puasa, Begini Awal Mula Turunnya Surat Al Baqarah Ayat 187
Saat itu, istri Qais menjawab tidak mempunyai makanan sama sekali di rumahnya. Ia kemudian berusaha mencarikan makanan dan meminta suaminya menunggu sejenak "Maafkan aku, suamiku. Hari ini kita tidak punya makanan apapun. Tunggulah sebentar, aku akan mencarikan makanan untukmu,” kata istri Qais, dikutip buku Pesona Ibadah Nabi (Ahmad Rofi’ Usmani, 2015).
Istri Qais lantas keluar rumah dan mencari makana agar suaminya dapat berbuka. Sementara Qais bin Shirmah yang seharian sudah bekerja di ladang akhirnya tertidur tanpa sempat makan sesuap karena menunggu istrinya.
Saat istri Qais pulang dengan membawa makanan, ia melihat suaminya yang sudah tertidur pulas. Merasa kasihan, sang istri tidak tega membangunkannya. “Kasian engkau, suamiku,” kata istri Qais.
Keesokan harinya, Qais bin Shirmah yang belum sempat makan dan minum sejak sehari akhirnya pingsan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak lama setelah peristiwa itu, lalu turunlah Al-Quran Surat al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ