Karena besarnya pahala haji dan banyak memori yang terkenang di sana, banyak yang rindu kembali ke sana, minimal dengan berumrah. Allah Ta’ala berfirman,
فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ
“Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepadanya.” (QS. Ibrahim: 37). Ada ulama yang mengatakan bahwa orang yang sudah ke Makkah, akan rindu kembali ke sana setiap tahunnya.
اللهُ أَكْبَر ،اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ
Hadirin rahimahi wa rahimakumullah,
Ibadah haji dan qurban ini memiliki kesamaan di antaranya adalah meninggalkan larangan tertentu. Selama berihram, orang yang berhaji tidak boleh memotong kuku dan rambut. Begitu pula, sejak masuk 1 Dzulhijjah, orang yang berqurban dimakruhkan (makruh tanzih) pula memotong kuku dan rambut.
Ibadah haji dan qurban juga dilakukan melihat dari kemampuan harta. Tentu saja, harta yang dikeluarkan akan diberi ganti yang lebih baik. Tinggal kita saja yakin ataukah tidak.
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ