Penderita Gagal Ginjal Meningkat! Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu
Jika terapi dialisis dihentikan, racun dan cairan berlebih akan menumpuk dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan jantung, penurunan kesadaran, hingga berujung pada kematian.
Situasi inilah yang menjadi perhatian serius Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pasien gagal ginjal tidak memiliki pilihan untuk berhenti menjalani terapi karena menyangkut keselamatan jiwa.
"Karena itu, deteksi dini penyakit ginjal menjadi sangat penting. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kasus gagal ginjal stadium akhir yang membutuhkan cuci darah dapat ditekan," ujarnya.
Pemeriksaan rutin dianjurkan terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, serta kelompok berisiko lainnya. Langkah ini penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
Skrining dan pengendalian faktor risiko secara konsisten, kerusakan ginjal dapat diperlambat. Harapannya, angka pasien yang harus menjalani cuci darah di Indonesia tidak terus bertambah di masa mendatang.
Editor: Dani M Dahwilani