Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Ingatkan Tidak Langsung Buka HP setelah Bangun Tidur, Alasannya Mengejutkan!
Advertisement . Scroll to see content

Menkes Beberkan Penyebab Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 10:37:00 WIB
Menkes Beberkan Penyebab Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia
Menkes Budi Gunadi Sadikin (dok. Kemenkes)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap penyebab utama melonjaknya kasus gagal ginjal di Indonesia. Ia menegaskan, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi faktor kunci di balik peningkatan tajam tersebut.

Menurut Menkes Budi, konsumsi minuman tinggi gula yang semakin marak, terutama di kalangan anak muda, menjadi salah satu pemicu terbesar. Kebiasaan ini disebutnya sebagai 'tabungan penyakit' yang dilakukan tanpa disadari setiap hari.

"Banyak orang sebenarnya sedang menyicil penyakit ini dari pola konsumsi mereka," ujarnya dalam video edukasi di Instagram, dikutip Senin (20/4/2026).

Tak hanya itu, pola makan tidak seimbang dan minimnya aktivitas fisik turut memperparah risiko. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan penyakit metabolik yang berujung pada kerusakan ginjal.

Lonjakan kasus ini tercermin dari beban negara yang terus membengkak. Pada 2025, pemerintah harus mengeluarkan hingga Rp13 triliun untuk penanganan gagal ginjal. Bahkan, dalam enam tahun terakhir, anggaran tersebut melonjak hingga 400 persen.

Angka fantastis ini menjadi sinyal bahwa jumlah pasien terus meningkat dan membutuhkan penanganan serius seperti cuci darah hingga transplantasi. Jika tren ini terus berlanjut, beban sistem kesehatan nasional diperkirakan akan semakin berat.

Menkes Budi mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan. Mengurangi konsumsi gula, rutin berolahraga, dan menjaga pola makan dinilai krusial untuk menekan lonjakan kasus di masa depan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut