Penderita Gagal Ginjal Meningkat! Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu
Langkah tersebut bertujuan mencegah pasien masuk ke fase gagal ginjal total. Jika upaya pengendalian berhasil, progresivitas penyakit dapat ditekan sehingga pasien tidak perlu menjalani terapi pengganti ginjal.
Namun, ketika penyakit memasuki tahap akhir, ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan cairan secara efektif. Dalam kondisi ini, pasien membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal.
Di Indonesia, dialisis atau cuci darah menjadi metode yang paling umum dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan donor ginjal untuk transplantasi.
Perlu dipahami, dialisis bukan terapi penyembuhan. Prosedur ini hanya berfungsi sebagai penopang hidup dengan menggantikan sebagian fungsi ginjal yang sudah tidak bekerja.
Pasien umumnya harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali dalam seminggu secara rutin. Proses ini berlangsung seumur hidup kecuali pasien mendapatkan transplantasi ginjal yang berhasil.