Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Pastikan Pengawasan Tetap Ketat
Meski angka kasus mengalami penurunan signifikan, Kemenkes tetap mencatat adanya korban jiwa akibat campak pada tahun ini.
Kemenkes Buka Suara soal Kabar Dokter Muda di Cianjur Meninggal karena Campak
Secara nasional, terdapat 10 kasus kematian akibat campak sepanjang 2026. Salah satu kasus menimpa seorang dokter internsip di Kabupaten Cianjur.
Dokter tersebut berinisial AMW (25) dan meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi campak yang menyerang jantung dan otak.
AMW diduga terpapar virus saat menangani pasien campak pada 8 Maret. Dia tetap menjalankan tugas meski mengalami demam sejak 18 Maret.
Kondisinya kemudian memburuk dengan munculnya ruam pada 21 Maret. Setelah mengalami penurunan kesadaran, dia dirawat di ICU RS Cimacan namun tidak tertolong. Hasil pemeriksaan laboratorium Biofarma memastikan AMW positif terinfeksi campak.
Kasus ini terjadi saat Kabupaten Cianjur mencatat 15 suspek campak dengan 10 kasus terkonfirmasi. Lonjakan kasus di daerah tersebut terjadi pada minggu ke-10.
Kemenkes mengingatkan meski tren menurun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap penularan. Kementerian juga mengimbau masyarakat serta tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin untuk segera melengkapi imunisasi guna memutus rantai penyebaran penyakit ini.
Editor: Dani M Dahwilani