Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!
Menurutnya, kesalahan persepsi ini terjadi karena retinopati diabetik berkembang secara perlahan dan hampir tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
"Alasan paling kuat kenapa harus skrining adalah karena di fase awal ini tanpa gejala. Jadi pasien diabetes itu secara teori setelah lima tahun sudah muncul tanda retinopati awal, yang itu tanpa gejala. Pandangan masih normal, enggak ada gejala apa-apa. Namun ini akan berprogres," jelasnya.
Meski sama-sama dapat menyebabkan penglihatan kabur, retinopati diabetik dan katarak memiliki penyebab serta gejala yang berbeda.
Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses penuaan, meski diabetes juga dapat meningkatkan risikonya. Gejala katarak biasanya berupa penglihatan berkabut seperti melihat melalui kaca berembun, silau saat terkena cahaya, sulit melihat pada malam hari, hingga sering berganti ukuran kacamata.
Sementara itu, retinopati diabetik merupakan kerusakan pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Pada fase awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan keluhan sama sekali.