Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duel Maut Remaja di Cilincing Jakut Dipicu Saling Ejek di Medsos, 1 Tewas Dibacok
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Hamil di Usia Remaja, Dokter: Risiko Kematian Ibu 5 Kali Lebih Tinggi

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:05:00 WIB
Bahaya Hamil di Usia Remaja, Dokter: Risiko Kematian Ibu 5 Kali Lebih Tinggi
Dokter menilai tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, maupun sosial untuk menghadapi kehamilan, hingga mengasuh anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Risiko kematian lebih tinggi, 2-5 kali lipat dibandingkan ibu hamil usia 20-39 tahun," tulisnya.

Selain membahayakan ibu, kehamilan di usia sekolah juga berdampak terhadap kondisi janin. Bayi yang dikandung berisiko lahir prematur serta mengalami gangguan pertumbuhan di dalam kandungan, terutama apabila asupan gizi ibu tidak mencukupi selama masa kehamilan.

Tak hanya dari sisi kesehatan fisik, dr. Adam juga menyoroti dampak psikologis yang kerap dialami ibu muda. Salah satunya adalah meningkatnya risiko depresi setelah melahirkan, terutama apabila tidak memperoleh dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Dia menambahkan kehamilan di usia sekolah juga dapat memengaruhi masa depan remaja. Banyak ibu muda yang akhirnya menghentikan pendidikan sehingga kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik menjadi semakin terbatas.

Sebab itu, dr Adam mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak menganggap kehamilan sebagai jalan pintas dibandingkan menempuh pendidikan. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi bekal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Jadi masih mikir mendingan hamil aja dibandingkan sekolah?!" katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut