Kaleidoskop 2020: Nelangsa Sektor Industri Dihajar Pandemi Covid-19
Hal itu memancing munculnya kendala keuangan, beban pegawai dan operasional. Adaptasi yang paling memungkinakn dilakukan adalah mengurangi beban itu sendiri, seperti beban pegawai. Pada September, BPS menyebut sebanyak 50,52 persen pelaku usaha makanan, minuman, serta akomodasi memilih melakukan PHK.
Selain mengurangi beban, proses adaptasi yang tak terelakkan adalah menggandeng peran internet dan teknologi informasi (TI) untuk pemasaran. Komponen ini menjadi salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan.
Pembatasan sosial mengakibatkan cara pemasaran secara konvensional menjadi terbatas. Tentunya sarana online menjadi solusi yang menjanjikan. Keadaan tersebut juga memaksa lahirnya pilihan-pilihan lain, salah satunya diversifikasi usaha.
Diversifikasi usaha mencakup upaya menjalankan proses bisnis seperti biasa namun ada penambahan produk, bidang usaha, dan lokasi bisnis untuk meningkatkan pendapatan. Seperti pada Mei lalu, penutupan pusat perbelanjaan membuat para pedagang memutar otak beralih usaha.
Pada Mei, Ketua Koperasi Tanah Abang Yasril Umar mengatakan kepada MNC Media, para pedagang yang tak bisa menjalankan bisnisnya di toko mulai mencari nafkah dengan cara lain. Mereka banyak yang menjual makanan dan minuman yang dinilai pasti ada pembelinya.