UMKM asal Sleman Nikmati Mudahnya Jualan Online Berkat Pemerataan Jaringan Internet
Pria yang akrab disapa Andro mengaku akses internet digunakan oleh pihaknya untuk bertahan dan berkembang, bahkan di masa krisis ekonomi Pandemi Covid-19. Andro menjelaskan, bisnis yang awalnya berbasis bussiness to bussiness berganti menjadi langsung menjual ke konsumen secara online.
“Jadi sedari masa pandemi, kami bertransformasi menjadi Business to consumer, seperti awal pendirian usaha. Saat itu, semua marketing kami mendaftarkan merek dagang dan akun usaha di seluruh marketplace yang ada di Indonesia,” tutur dia.
Upaya digitalisasi pemasaran produk Sweet Sundae berupa es krim, susu, mentega, krim hingga yoghurt, mendapatkan permintaan yang cukup besar. Bahkan, karena hal itu ia sempat mengalami kendala karena membludaknya pemesanan melalui marketplace ditambah laman resmi UMKM-nya.
Namun, masalah itu bisa teratasi berkat platform marketplace khusus pelaku UMKM di DIY itu disebut SiBakul Jogja. Platform itu mengintegrasikan data dan informasi antara pelaku bisnis dengan pemerintah provinsi, SiBakul Jogja juga memberikan insentif bebas biaya ongkir.
“Permasalahan kita setelah pesanan mulai banjir konsumen, biaya ongkos kirim ini mulai menjadi permasalahan. Pengiriman melalui jasa mitra ojek online cukup membebani biaya dari modal usaha, tapi beruntungnya Pemprov DIY bersedia membuat suatu platform khusus,” ujar Andro.